• Breaking News

    BI SUDAH MELUNCURKAN UANG NKRI BARU

    Monday, October 21, 2013

    Enthus Susmono saat orasi di hadapan massanya di lapangan Desa Kaliwadas, Kecamatan Adiwerna.






    Singosari Fm, (Tegal) - Panas terik matahari dilapangan Desa Kaliwadas, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu 20 Oktober 2013 siang lalu, tak menyurutkan semangat para pendukung pasangan calon (paslon) Bupati-Wakil Bupati Tegal Nomor Urut 4; Enthus Susmono - Umi Azizah (EN-U) untuk terus merangsek ke arah panggung raksasa yang berada di sisi utara lapangan.

    Massa yang diperkirakan berjumlah 50 ribu orang itu, datang dari berbagai penjuru wilayah Kabupaten Tegal secara berkelompok-kelompok maupun sendiri-sendiri. Aparat kepolisian yang dibantu Banser NU sempat kewalahan mengatasi gelombang massa yang memadati jalan, dan untuk beberapa jam sempat memacetkan jalur utama Banjaran Slawi.

    Sedangkan di jalur utama dari mulai kantor Kecamatan Adiwerna ke arah barat hingga lokasi kampanye di Lapangan Desa Kaliwadas, praktis macet total oleh banyaknya kendaraan roda 4 dan roda dua serta para pejalan kaki yang menuju lokasi kampanye.

    Dalam orasi politiknya, baik Enthus maupun Umi, sama-sama mengusung jargon tolak money politik atau pelaku politik uang. Sementara, dalam orasi pembuka yang disampaikan oleh KH Bustomi dari Desa Tembok Luwung juga sama-sama mengangkat tema tolak dan usir pelaku politik uang. Warga diminta untuk menangkap dan melaporkan ke Panwaslu para pelaku tindak money politik dalam bentuk apapun yang digunakan untuk merayu warga, untuk digiring guna mendukung salah satu paslon Bupati tertentu. Money Politik itu merusak sendi-sendi demokrasi dan merusak tatanan kehidupan berbangsa. Selain itu, di dalam agama islam pemberi suap dan penerima suap haram hukumnya. Untuk itu, kami mengajak warga Kabupaten Tegal untuk pintar-pintar pilih pemimpin, pilihlah pemimpin yang tidak memberi iming-iming uang atau barang, pilihannya adalah Nomor 4 Enthus-Umi kata Bustomi.

    Sementara Umi Azizah dalam orasinya menyampaikan, kebersamaan warga Kabupaten Tegal khususnya kalangan Nahdliyin, sangat berarti untuk berani nyatakan tidak kepada money politik. Umi mengatakan, perjuangan politik yang dilakukan pasangan Enthus-Umi bukan semata-mata demi meraih kursi jabatan.

    Perjuangan kami bukan hanya karena kursi jabatan semata, namun kami inginkan lebih dari itu. Yakni agar jabatan yang kami emban dapat benar-benar amanah dan bermafaat bagi kemaslahatan umat bersama. Inilah hakikat dari kompetisi kami yang sudah direstui oleh para kyai dan sesepuh NU Kabupaten Tegal tegas Umi.

    Dalam orasinya, Enthus lebih menitikberatkan bahwa perilaku menyuap atau tindak money politik adalah perilaku penjajah yang digunakan untuk mengadu domba bangsa Indonesia. Secara garis besar, Enthus menyimpulkan bahwa jika ada calon Bupati yang dalam meraih suara massa dengan cara menyuap atau money politik itu, sama halnya dengan tabiat penjajah dan mendukung penjajah. Warga NU Kabupaten Tegal harus berani menjadi benteng masyarakat untuk ikut bersama-sama melindungi masyarakat dari bahaya suap menyuap atau tindak money politik. Harus berani katakana tidak dengan tegas terhadap money politik tegas Enthus.










    No comments:

    Post a Comment

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Fashion

    Beauty

    Travel