• Breaking News

    BI SUDAH MELUNCURKAN UANG NKRI BARU

    Thursday, November 28, 2013

    Bappeda : Ada Satu Pengusaha Besar Tidak Laporankan Kegiatan Penanaman Modal.


    Singosari FM, (Brebes) - Potensi pelaku Usaha Menengah Besar (UMB) Kabupaten Brebes, ternyata sangat besar. Terbukti dalam catatan Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Brebes (Bappeda) Brebes ada 145 pengusaha. Tahun 2013, ada penambahan UMB baru sebanyak 16 bidang usaha. Mereka merupakan pengusaha yang memiliki aset sebesar diatas Rp 2 Milyar.  Aset di atas Rp 2 Milyar itu, terdiri atas tanah, upah dan material usaha. Bidang yang digeluti antara lain usaha hasil olahan ikan, usaha kerajinan, hasil olahan pertanian dan lain-lain.

    Demikian disampaikan Kepala Bappeda Brebes Ir Djoko Gunawan MT melalui Sekretaris Bappeda Ir Hj Erlinawati MSi Akt saat Temu Bersama UMB, Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) dan Calon Penanam Modal sertaa Sosialisasi Peraturan Penanaman Modal Kab Brebes di Aula Bappeda, Rabu (27/11/2013).

    Namun, lanjutnya, yang secara kontinyu membuat pelaporan hanya 10 pelaku usaha. Padahal setiap penanam modal berkewajiban membuat laporan tentang kegiatan penanaman modal sesuai Undang-Undang No. 25 Tahun 2007. Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) adalah laporan secara berkala mengenai perkembangan kegiatan perusahaan dan kendala yang dihadapi penanam modal.

    LKPM ditujukan untuk memantau realisasi investasi dan produksi. LKPM mencakup kegiatan penanaman modal yang dilakukan perusahaan di setiap lokasi dan bidang usaha investasi, kecuali bidang usaha perdagangan. Bagi perusahaan yang melakukan kegiatan penanaman modal di bidang usaha perdagangan, LKPM cukup berdasarkan lokasi yang telah dinyatakan pada Izin Prinsip. Tidak dilakukannya LKPM, dikarenakan pengusaha takut terbebani pajak yang besar. Padahal ada fasilitasi-fasilitasi pajak yang bisa dibantu untuk meringankan beban pajak. “Bahkan ada satu pengusaha terbesar di Brebes tidak membuat LKPM, ungkapnya.

    Untuk melaksanakan kebijakan daerah dalam penanaman modal, lanjutnya, Pemkab akan melakukan fungsi perencanaan, promosi dan kerja sama, pelayanan perijinan dan pengendalian.

    Sebagai langkah awal, Bappeda memfasilitasi Temu Pengusaha antara UMB dengan UMKK dan Calon Penanam Modal. Dengan pertemuan ini diharapkan para pelaku usaha bisa menggerakan roda perekonomian rakyat yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat serta penyerapan tenaga kerja. “Dengan komunikasi bisnis yang saling membutuhkan, akan meningkatkan gairah iklim bisnis dan investasi yang tumbuh dengan subur,” terangnya.

    Temu Bersama mengambil tema Percepatan penanaman modal yang terfasilitasi infrastruktur, energi, dan pangan guna peningkatan ekonomi kerakyatanyang berkelanjutan. Kegiatan tersebut diikuti 72 orang terdiri dari perwakilan UMB, UMKK yang aktif, terbaik dan terpilih, calon penanam modal daerah dan SKPD terkait.

    Selain itu, mereka mendapatkan materi Fasilitasi Perbankan untuk penanam modal oleh Manajer Marketing Bank Indonesia Febrina, Klinik Penanaman Modal oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Pengembangan BPMD Prov Jateng Chuling SH, Presiden Indonesian Islamic Business Forum dan Direktur Utama PT Balimuda Jakarta dr Udi Sahono SpB, dan Perpajakan dari Kantor Pajak Pratama Tegal Hartoyo.

    No comments:

    Post a Comment

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Fashion

    Beauty

    Travel