• Breaking News

    BI SUDAH MELUNCURKAN UANG NKRI BARU

    Wednesday, November 6, 2013

    Brebes Jadi Kawasan Sentra Udang Vaname.



    Singosari Fm, (Brebes) - Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi sentra Udang varietas baru yang berasal dari negara bagian Panama Amerika Serikat. Di Brebes, kali pertama diperkenalkan oleh H Supandi petani udang asal Desa Kaliwlingi Brebes pada tahun 2006.

    Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE melakukan panen perdana udang vaname (Penaeus Vannamei) milik Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Muncul Jaya di Kelurahan Limbangan Wetan, Kecamatan Brebes, Kabuaten Brebes. Saya menaruh harapan besar, budi daya udang kembali jaya di Brebes seperti udang windu pada era 80-an, kata Bupati usai memanen secara simbolik di area tambak Pokdatan Muncul Jaya di Kelurahan Limbangan Wetan, Senin 4 November 2o13.

    Bupati mengaku bangga karena petani tambak di Brebes sangat kreatif mengelola tambak. Ada yang menanam rumput laut, bandeng, dan kini udang vaname. Dengan dukungan area pertambakan yang sangat luas sepanjang pantai utara dari Losari sampai Kaligangsa Brebes, sangat potensial untuk pengembangan budi daya udang vaname. Petani tambaknya juga sudah makan asam garam dalam pengelolaan udang. Sehingga ketika ada jenis udang yang bagus dan prospektif seperti udang vaname, bisa kembali mengukir kejayaan udang brebes seperti pada tahun 1980-an, ketika udang windu sukses ditangan petani Brebes. Mudah-mudahan, panen ini menandai kebangkitan dan kejayaan udang vaname di Brebes,” tuturnya.

    Ikut menemani panen udang vaname, dari Kementerian Kelautan dan Perikanan antara lain Kepala Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau Jepara Dirjen Perikanan Budidaya I Made Suitha APi, Kasubdit prasarana dan sarana budidaya air payau Suyoko Setyowibi MPi, Kasi identifikasi potensi lahan dan air budidaya Rio Franky MMPi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Prov Jateng Ir Lalu M Syafriadi MM, Sekda Brebes Emastoni Ezam SH MH, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabuaten Brebes Ir Slamet Riyadi. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab Brebes Ir Slamet Riyadi menjelaskan, Pokdakan Muncul Jaya mulai menggeluti budidaya udang vaname sejak tahun 2012. Luas lahan keseluruhan 40 hektar (ha) terdiri dari 26,5 ha atau 53 petak untuk budidaya dan 10 ha atau 7 petak untuk tandon dan 3 ha untuk saluran pemasukan dan pembuangan. Sistem budi daya yang dijalankan terdiri dari sistem intensif seluas 4,5 ha, semi intensif 5,3 ha, tradisional 16,5 ha, terangnya.

    Untuk tahun 2013, lanjutnya, Kelompok Muncul Jaya mendapatkan bantuan kegiatan Demfarm dari Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Penerapannya untuk 10 ha dengan sistem budidaya intensif padat tebar, 70-90 ekor per meter persegi. Semi intensif dengan padat tebar 25-30 ekor per meter persegi dan tradisional dengan padat tebar 6-12 ekor per meter persegi.

    Ketua Pokdakan Muncul Jaya H Mulyadi mengusulkan, agar PLN bisa memasang jaringan listrik ke area tambak, karena bisa menunjang budidaya dan dapat menekan biaya produksi, khususnya solar dan sarana prasaran permesinan.Pokdakan muncul jaya berkeyakinan, dengan kemampuan pembudidaya tradisional beralih teknologi, sangat menjanjikan Pertambakan di Kelurahan Limbangan Wetan bisa menjadi kawasan atau sentra budidaya udang vanamei yang produktif.

    Kasubdit prasarana dan sarana budidaya air payau Suyoko Setyowibi MPi menambahkan, udang vaname saat ini harganya sangat tinggi. Harganya bisa mencapai antara Rp 100-150 ribu
    perkilogram. Hal ini disebabkan negara-negara pengimpor udang seperti Amerika dan Uni eropa sangat kekurangan udang. Pasalnya, negara pengekspor udang seperti China, Thailand, Vietnam dan Malaysia sedang kolaps akibat udang hasil ternaknya terserang Virus Mortalitas Syndrom (VMS). Udang di
    Indonesia sangat kebal, sehingga bisa mengekspor ke eropa tambahnya.

    Untuk itu, dia berpesan agar para petani tambak udang tidak berbuat nakal dengan mencampuri semen, misalnya dengan harapan timbangannya bisa berat ataupun diglonggong. Negara penerima
    sudah canggih dalam pendeteksian, jadi jangan cari keuntungan sesaat yang berakibat fatal, sarannya.

    No comments:

    Post a Comment

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Fashion

    Beauty

    Travel