• Breaking News

    BI SUDAH MELUNCURKAN UANG NKRI BARU

    Saturday, November 9, 2013

    Penurunan AKI dan AKN, Perlu Peran Civil Society.



    Singosari Fm, (Brebes) - Pemerintah Kabupaten Brebes berkomitmen mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Neonatal (AKN) atau bayi baru lahir. Melalui program Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS), yang merupakan program hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan lembaga donor USAID, bertujuan untuk menurunkan AKI dan AKN di Indonesia sebesar 25%. Penurunan AKI ditargetkan dari 238 menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan AKB dari 34 menjadi 23 per 1.000 kelahiran hidup. “Untuk AKN dari 19 per 1.000 kelahiran hidup pada 2007 akan terus menurun di tahun 2015,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kab Brebes dr Sri Gunadi Parwoko, MKes di sela Sosialisasi Pengukuran Civicus Index (Indeks Masyarakat Sipil) Peduli Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir di Kabupaten Brebes, diruang Rapat Sekda Kamis, (7/11/2013).

    Menurut Gunadi, dalam jangka waktu 5 tahun (2012-2016) akan dikembangkan model percepatan penurunan AKI dan AKN. Model percepatannya melalui melalui penguatan sistem rujukan yang efektif dan efesien di rumah sakit dan Puskesmas. “Di Jawa Tengah, hanya 5 Kabupaten saja yang melaksanakan program ini, yakni Brebes, Banyumas, Cilacap, Kab Tegal, Kota Tegal, dan Kota Semarang,” paparnya.

    Advisor Governance Emas Pusat dr Sudibyo Markus MBA dalam paparannya menerangkan, kualitas pelayanan khusus kegawatdaruratan kebidanan dan bayi baru lahir akan membantu penurunan AKI dan AKN. Termasuk penguatan tata kelola (goverment) dan pemanfatan teknologi sistem informasi. Salah satu yang dilakukan, kata Sudibyo, melalui penguatan partisipasi masyarakat sipil. Pemkab Brebes perlu menggandeng organisasi kemasyarakatan untuk turut memainkan perannya. Ormas bisa melakukan advokasi terhadap pelayanan kusus dan kegawatdaruratan.  “Kami menaruh harapan besar kepada para tokoh organisasi kemasyarakatan untuk membantu program EMAS,” pintanya.

    Untuk itu, pengetahuan tentang kondisi kekuatan dan kesehatan civil society harus dimiliki para tokoh ormas. “Pengetahuan yang luas tentang AKI dan AKN dan segala persoalanya, akan menjadi peta petunjuk arah untuk merumuskan agenda intervensi dan advokasi menyangkut berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat,” pungkasnya.


    No comments:

    Post a Comment

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Fashion

    Beauty

    Travel