• Breaking News

    BI SUDAH MELUNCURKAN UANG NKRI BARU

    Monday, December 9, 2013

    Ramai, Warga Brebes Nonton Bareng Film ‘Sang Kiai’.


    Singosari Fm, (Brebes) - Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE, Wakil Bupati Brebes Narjo dan Sekda Brebes H Emastoni Ezam SH MHum beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan ratusan masyarakat Brebes nonton bareng Film ‘Sang Kiai’. 

    Film yang mengisahkan perjuangan pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari diputar dalam rangka Ansor Bersholawat di alun-alun Brebes, pada hari Minggu malam (08/12/13).

    Film ‘Sang Kiai’ menceritakan pendudukan Jepang ternyata tidak lebih baik dari Belanda. Jepang mulai melarang pengibaran bendera merah putih, melarang lagu Indonesia Raya dan memaksa rakyat Indonesia untuk melakukan Sekerei (menghormat kepada Matahari).KH Hasyim Asyari sebagai tokoh besar agamis saat itu menolak untuk melakukan Sekerei karena beranggapan bahwa tindakan itu menyimpang dari aqidah agama Islam. Menolak karena sebagai umat Islam, hanya boleh menyembah kepada Allah SWT. Karena tindakannya yang berani itu, Jepang menangkap KH Hasyim Asyari.

    KH Wahid Hasyim, salah satu putra beliau mencari jalan diplomasi untuk membebaskan KH Hasyim Asyari. Berbeda dengan Harun, salah satu santri KH Hasyim Asyari yang percaya cara kekerasanlah yang dapat menyelesaikan masalah tersebut. Harun menghimpun kekuatan santri untuk melakukan demo menuntut kebebasan KH Hasyim Asyari. Tetapi harun salah karena cara tersebut malah menambah korban berjatuhan. Dengan cara damai KH Wahid Hasyim berhasil memenangkan diplomasi terhadap pihak Jepang dan KH Hasyim Asyari berhasil dibebaskan. Ternyata perjuangan melawan Jepang tidak berakhir sampai disini. Jepang memaksa rakyat Indonesia untuk melimpahkan hasil bumi. Jepang menggunakan Masyumi yang diketuai KH. Hasyim Asy’ari untuk menggalakkan bercocok tanam. Bahkan seruan itu terselip di ceramah sholat Jum’at. Ternyata hasil tanam rakyat tersebut harus disetor ke pihak Jepang. Padahal saat itu rakyat sedang mengalami krisis beras, bahkan lumbung pesantren pun nyaris kosong. Harun melihat masalah ini secara harfiah dan merasa bahwa KH. Hasyim Asy’ari mendukung Jepang, hingga ia memutuskan untuk pergi dari pesantren.Jepang kalah perang, Sekutu mulai datang. Soekarno sebagai presiden saat itu mengirim utusannya ke Tebuireng untuk meminta KH HAsyim Asyari membantu mempertahankan kemerdekaan. KH Hasyim Asyari menjawab permintaan Soekarno dengan mengeluarkan Resolusi Jihad yang kemudian membuat barisan santri dan masa penduduk Surabaya berduyun duyun tanpa rasa takut melawan sekutu di Surabaya. Gema resolusi jihad yang didukung oleh semangat spiritual keagamaan membuat Indonesia berani mati. Di Jombang, Sarinah membantu barisan santri perempuan merawat korban perang dan mempersiapkan ransum. Barisan laskar santri pulang dalam beberapa truk ke Tebuireng.

    KH Hasyim Asyari menyambut kedatangan santri- santrinya yang gagah berani, tetapi air mata mengambang di matanya yang nanar.Sebelum menonton bareng Film Sang Kiai, mereka terlebih dahulu ngaji bareng dengan pembicara KH Dr. Fariz El Haq Fuad Hasyim dari Cirebon. Fariz mengingatkan kepada kader Ansor untuk terus menjaga Kiai untuk tegaknya Islam dan NKRI. Sebab Kiai memiliki andil yang besar dalam mendirikan NKRI dan mempertahankan Ahlussunah Wal Jamaah.Hilangnya Kiai, kata Fariz, sulit mencari penggantinya. Tetapi ketika Presiden ataupun Bupati belum apa-apa sudah antri. “Mencari pengganti Imam Musholla saja, sulitnya minta ampun,” terang Fariz yang juga Pengurus Pimpinan Pusat GP Ansor. Jangan sampai nasib Kiai seperti pada zaman orde baru yang di kebiri perannya dan dimarjinalkan. Kiai saat itu seperti daun salam, dipakai saat dibutuhkan namun ketika sesudahnya cuma dibuang saja. “Perjuangan Kiai sungguh keikhlasannya sangat tidak terbatas,” tuturnya.

    Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE terang-terangan meminta dukungan dan koreksi dari Ansor dalam pelaksanaan tugasnya. Kepemimpinannya selama satu tahun ini, barulah langkah awal. Namun berbagai program telah dijalankan dengan baik karena telah terjalin dengan semua pihak. Termasuk dari jajaran Ansor telah memberikan sumbangsih yang tidak sedikit pada Pemkab Brebes.

    Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ansor Jawa Tengah Drs Jabir Al Faruqi meminta agar Ansor bisa berperan dalam masyarakat. Ketika negara sedang sakit misalnya, wajib mengobati. Namun ketika baik harus didukung penuh. Termasuk, Bupati Brebes bila telah menunjukan kinerja dengan berbagai program yang Islami dan Pro Rakyat harus didukung penuh oleh Ansor.

    Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kab Brebes, menjelaskan kegiatan Ansor Bersholawat tidak hanya pengajian umum. Namun berbagai kegiatan digelar sebagai manifestasi kecintaan kepada Rosulullah SAW. Terutama kegiatan yang menyangkut tentang kepekaan sosial sehingga nilai-nilai rahmatan lil alamin sebagai misi utama Islam

    No comments:

    Post a Comment

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Fashion

    Beauty

    Travel