• Breaking News

    BI SUDAH MELUNCURKAN UANG NKRI BARU

    Wednesday, March 5, 2014

    Humas Jangan Sampai Diadu Domba.


    Singosari Fm, (Brebes) - Posisi kehumasan dalam suatu lembaga sangat strategis, karena berada di samping pimpinan. Keberadaannya mampu mewarnai pimpinan dan menjadikan etalase yang menggambarkan pimpinan itu indah atau buruk. Untuk itu, humas jangan sampai termakan isapan jempol yang bermaksud mengadu domba.
    “Humas harus mampu menangkap berbagai kabar tanpa mengaburkan,” kata Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Gamawan Fauzi saat membuka pertemuan Forum Kehumasan Pusat dan Daerah di Hotel Redtop, Jalan Pecenongan 72 Pasarbaru Jakarta (4/3/14).

    Informasi dari Humas, kata Menteri, akan menjadi acuan pengambilan keputusan pimpinan. Kalau keliru langkah, maka akan fatal akibatnya. Begitupun posisinya sebagai juru bicara pimpinan atau Kepala Daerah maka sebagai Humas harus menguasai betul berbagai permasalahan yang ada dilingkupnya dan juga diluar lingkupnya. “Humas harus terus menerus belajar menguasai berbagai disiplin ilmu agar tidak gagap dan tidak mudah diadu domba,” kata Gamawan.

    Begitupun terhadap pemberitaan yang mengarah kepada adu domba, humas harus menyikapinya dengan berbagai trik yang santun dan menjalin kemitraan. Termasuk menjelang pemilu, karena berbagai kepentingan, banyak berita-berita yang perlu disikapi secara arif dan bijaksana.

    Kepala Pusat Penerangan Mendagri Dr Didik Suprayitno MM menjelaskan, forum kehumasan pusat dan daerah diikuti para kepala humas di kementerian, provinsi, kota dan kabupaten se Indonesia. 

    Forum yang berlangsung dari 3-5 Maret tersebut, diisi berbagai materi antara lain Peran Media dan Humas  Pemerintah : Kilas balik, tantangan, kendala, harapan dan realita oleh Praktisi Media Massa dan Direktur Utama Kreasi Televisi Indonesia Gilang Iskandar, Dinamika humas dan media di era tahun pemilu oleh Pakar komunikasi politik Yunarto Wijaya, Standarisasi Informasi publik yang dikecualikan dan penyelesaian sengketa informasi oleh Komisioner komisi informasi pusat Evy Trisulo Dianasari SH MH dan Peran dan kontribusi humas pemerintah dalam layanan keterbukaan informasi publik oleh Kepala pusat penerangan Kemendagri Dr Didik Suprayitno MM.

    Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Brebes Drs Atmo Tan Sidik  menilai sangat tepat sekali himbauan menteri  terkait kewaspadaan terhadap berita yang mengadu domba yang diisukan setiap menjelang pemilu. Pemkab Brebes, telah melakukan berbagai forum silaturahmi untuk menumbuhkan tradisi tabayun, cek and ricek terhadap kualitas informasi. Baik yang datang dari media maupun orang perorang. “Kami selalu menyampaikan hal-hal positif maupun negatif kepada Bupati sebagai acuan pengambilan keputusan,” kata Atmo.

    Hal tersebut sesuai dengan permendagri no 13 tahun 2011 tentang pedoman pelaksanaan tugas kehumasan dilingkungan kementerian dalam negeri dan pemerintah daerah. Dalam pemberitaan, ada empat sisi yang perlu diperhatikan yakni News yang artinya North, east, west and south. Penguasaan News sangat membantu akurasi pimpinan dalam menentukan kebijakan publik.

    Senyampang dengan pernyataan mendagri yang menaruh perhatian terhadap kewaspadaan adu domba dari berita, dia juga telah menerbitkan buku yang memiliki makna dan tujuan yang sama. “Buku itu, Dikendangi Wong Edan Aja Njoget yang bermakna jika diprovokasi orang gila kita tidak usah terpancing,” tuturnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Atmo yang juga budayawan pantura dan Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PCNU Kota Tegal menyerahkan buku tersebut kepada Mendagri.

    No comments:

    Post a Comment

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Fashion

    Beauty

    Travel