• Breaking News

    BI SUDAH MELUNCURKAN UANG NKRI BARU

    Friday, March 28, 2014

    Sholawatan dan Istighosah dalam rangka peringatan HUT Perlindungan Masyarakat.

     


    Habib Syeh: Saya Rindu Jaman Yang Baik.
    Singosari Fm, (Brebes) - Menciptakan jaman yang baik, sangat sulit. Karena harus mampu melahirkan pemimpin  yang mampu mendoakan rakyatnya dan rakyatnya pun mendoakan pemimpinnya. Pemimpin tersebut bisa membaur dengan rakyat dengan selalu mengadakan pengajian dan istighosah, sholawatan dan berbagai kegiatan keagamaan yang muaranya bisa mendatangkan kedamaian dunia akherat.
    Demikian disampaikan Habib Syeh Bin Abdul Qodir Assegaf dari Solo saat menyampaikan tausiyah pada Sholawatan dan Istighosah dalam rangka peringatan HUT Perlindungan Masyarakat (Linmas tingkat Jawa Tengah di Islamic Center Brebes, (27/3/14).

    Kita bosan dengan pemimpin-pemimpin yang tidak mau mendoakan rakyatnya, bahkan mencaplok hak-hak rakyat dengan melakukan korupsi. Koruptor itu maling, yang malang melintang dengan gaya sopan tetapi sesungguhnya sangat menyakitkan rakyat. Koruptor itu sesungguhnya maling tetapi bergaya mesam-mesem ditelevisi. “Jangan sampai, Jawa Tengah di hinggapi koruptor-koruptor baik kecil maupun besar,” kata Habib Syeh yang kental dengan sholawatnya.

    Habib Syeh juga menyarankan agar Gubernur ataupun Bupati Se Jawa Tengah jangan menandatangani Peraturan Daerah (Perda) tentang Minuman Keras (miras). Pasalnya, hanya akan mendatangkan keuntungan bagi segelintir orang yakni produsen miras, sementara rakyatnya menjadi jahat akibat minum-minuman setan. Indonesia tidak butuh orang-orang mendem (mabok) karena hanya merusak. “Jangan sampai pemimpin daerah menandatangani perda miras,” kata Syeh.

    Habib Syeh dalam kesempatan tersebut melarang kepada kaum perempuan untuk menjadi TKW. Pasalnya lebih banyak mudlaratnya ketimbang manfaat yang didapat. Suami dan anak-anak menjadi terlantar yang berakibat tingginya angka perceraian dan broken home. Tidak usah menjadi TKW, Indonesia lebih kaya dan terhormat. Indonesia makmur, tinggal bagaimana kita mampu mensyukurinya apa tidak. “Lebih baik berpenghasilan sedikit tetapi barokah ketimbang berpenghasilan banyak tetapi tidak barokah,” kata Habib. 

    Senada dengan Habib Syeh, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajak kepada seluruh masyarakat Jateng untuk turut mengawasi kegiatan pembangunan di Jawa Tengah. Dirinya telah bertekad untuk meningkatkan perbaikan infrastruktur, maka jangan sampai pembangunannya tidak bermutu akibat dikorupsi. “Mari kita awasi bersama program pembangunan infrastruktur, agar berjalan dengan baik dan membawa kemaslahatan bagi rakyat,” ajak Gubernur.

    Dia juga berjanji akan menciptakan lapangan-lapangan kerja bagi generasi muda. Gubernur telah mendorong kepada para Bupati dan Walikota untuk meningkatkan UMKM dan produk-produk lokal yang bisa menyerap tenaga kerja. 

    Sementara Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menyampaikan kegembiraannya kepada gubernur dan Habib Syeh dan Kepala Daerah se Jawa Tengah yang telah memberi suport dan mensukseskan pengajian dalam HUT Linmas. Dia melaporkan, kegiatan pengajian kerap digelar di Kabupaten Brebes untuk mendatangkan kedamaian lahir dan batin bagi masyarakat Kabupaten Brebes. Sehingga pembangunan Brebes bisa berjalan dengan sebaik-baiknya dan sukses.

    Pengajian atas kerja sama dengan forum silaturahmi antar majelis taklim (forsamat) kabupaten Brebes berlangsung meriah. Ketua Panitia KH Aminudin Afif memperkirakan pengunjung mencapai 25 ribu orang. Mereka datang dari berbagai kawasan yang tergabung dalam Syekhermania. Terlihat dalam identitas jaket mereka, selain dari Brebes ada juga yang berasal dari Cirebon, Tegal, Slawi, Purbalingga. Pengunjung datang sejak Bada Ashar.

    No comments:

    Post a Comment

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Fashion

    Beauty

    Travel