• Breaking News

    BI SUDAH MELUNCURKAN UANG NKRI BARU

    Thursday, June 5, 2014

    Lingkungan Pantai Brebes, Rusak.




    Singosari Fm, (Brebes) - Lingkungan pantai Brebes ternyata mengalami kerusakan yang cukup parah bila dibandingkan dengan lingkungan daratan. Kerusakan laut, akibat sedimentasi dan menipisnya areal hutan mangrove. Padahal laut dan pantai bagian dari lingkungan kita yang turut menghidupi  ribuan nelayan tradisional Brebes.
    “Kalau lingkungan laut rusak, maka ekosistemnya juga rusak yang mengakibatkan berkurangnya perkembangbiakan ikan,” tutur Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Brebes Drs H Edy Kusmartono MSi  saat di Konfirmasi Humas terkait Hari Lingkungan Hidup Sedunia, di kantor Bupati Brebes, Rabu (4/6/14).

    Dampak lainnya, kata Edy, pertumbuhan fitoplangkton laut akan terhambat, terutama karena keberadaan senyawa beracun dari komponen minyak bumi. Jika jumlah fitonplangkton menurun, maka populasi ikan, udang, kerang dan biota laut lainnya akan menurun. Padahal keberadaan biota laut, terutama ikan sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan protein penduduk.

    Disamping itu, terjadi penurunan populasi alga dan protozoa. Biota laut terutama beragam jenis ikan akan mengalami keracunan, kerusakan biologis dilaut, perubahan estetika di laut dan turunnya tingkat pendapatan nelayan.

    Untuk mengatasinya, dalam waktu dekat KLH akan menanam pohon mangrove, yang berfungsi sebagai penahan agar tidak terjadinya abrasi dan juga sebagai tempat berkembang biaknya ikan.

    Padahal, kata Edy, kerusakah laut dapat dicegah dengan cara tidak membuang sampah ke laut maupun pantai. Tidak membuang jangkar pada pesisir pantai, karena pesisir pantai banyak dihuni oleh terumbu karang. Tidak menangkap ikan dengan cara menggunakan bom ikan. Tidak merusak terumbu karang dengan cara mengambilnya untuk dijadikan barang koleksi.

    Disamping itu, agar dihindari penggunaan pestisidan buatan, seberapapun jauh letak pertanian tersebut dari laut residu kimia dari pupuk dan pestisida buatan pada akhinya akan terbuang ke laut juga.  “Pestisida di Brebes penggunaannya sangat jor-joran sehingga sangat merusak lingkungan,” kata Edy.

    eringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia mengusung tema “Satukan Langkah, Lindungi Ekosistem Pesisir dari Dampak Perubahan Iklim”. Tema ini mengandung maksud akan pentingnya perlindungan ekosistem pesisir dan dampak perubahan iklim dalam rangka ketahanan lingkungan. Tema Hari Lingkungan Hidup 2014 ini selaras dengan tema World Environment Day 2014 yang telah ditetapkan oleh United Nations Environment Programme (UNEP) sebelumnya; “Raise Your Voice, Not the Sea Level”.

    Dalam rangkaian Hari Lingkungan Sedunia, KLH Brebes akan mengadakan berbagai kegiatan antara lain penanaman 1000 pohon di perkotaan, lingkungan kantor dan 5 kelurahan. “Target kami 5000 pohon seperti pohon mahoni, trembesi dan pohon berbuah,” papar Edy.

    Menata lingkungan Brebes boleh dikatakan sangat berat karena wilayahnya terluas kedua se Jawa Tengah yang terdiri atas gunung, darat dan laut. Semuanya harus ditangani agar tetap terjaga dan lestari untuk anak cucu. Namun, tahap demi tahap akan ditata semaksimal mungkin. Penataan lingkungan darat di perkotaan misalnya harus dengan telaten dan sungguh-sungguh. Karena potensi timbulan sampah sebanyak 5.682,3 Meter kubik per hari. Padahal Tempat Pembuangan Sampah (TPA) di Brebes hanya memiliki daya tampung sebanyak 410 meter kubik per hari. 

    Agar tidak membuat masalah, masyarakat dihimbau untuk memilah antara sampah organik dan non organik dalam pembuangannya.  “Jangan sampai membuang sampah di sungai,” pesan Edy.
    Ada 51 titik penghijauan yang digarap oleh KLH dalam tahun 2014. Disamping itu ada juga upaya-upaya penyuluhan ke masyarakat dan anak-anak sekolah untuk sadar lingkungan hidup. 

    KLH juga menyerahkan bantuan berbagai sarana kebersihan dan peralatan pengelolaan lingkungan. Antara lain 5 unit kendaraan roda 3 pengangkut sampah untuk sarana patroli kebersihan di 5 Kelurahan. Lounching pembentukan bank sampah, tanaman penghijauan, alat pembuat lubang resapan biopori dan alat pembuaat kompos (komposter). “Upaya-upaya itu, untuk mendukung program adipura Brebes,” pungkasnya.

    No comments:

    Post a Comment

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Fashion

    Beauty

    Travel