• Breaking News

    BI SUDAH MELUNCURKAN UANG NKRI BARU

    Friday, November 7, 2014

    Dipecat Tanpa Alasan, 7 Guru SMK Ngadu ke Bupati.


    Singosari Fm, (Brebes) - Sebanyak tujuh guru yang mengajar di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Almustamidiyah Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), dipecat tanpa alasan jelas oleh pihak Yayasan. Mereka yang mengatasnamakan diri Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP), terpaksa mengadukan permasalahan pemecatan tersebut ke Bupati Brebes di ruang kerja Bupati pada 30 Oktober 2014 lalu, guna ikut membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapinya.

    Melalui pengaduannya itu, FMPP yang didampingi aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Lingkar Marhaenis Brebes, menyebutkan bahwa masalah ini berawal dari surat keputusan yang dikeluarkan oleh Yayasan Pendidikan Almustamidiyah Larangan dengan nomor 299/YPI AM/VII/2014, tentang Penonaktifan guru dalam kegiatan belajar mengajar tahun pelajaran 2014/2015. Sementara surat permintaan klarifikasi dari pihak guru yang dinon aktifkan kepada pihak yayasan dengan nomor 001/DG/VII/2014 tidak ditanggapi. Permasalah inilah yang membuat kami akhirnya mengadu langsung ke Bupati Brebes, " ujar Ketua FMPP, Trio Pahlevi, Kamis 6 November 2014.

    Menurut Pahlevi, sebenarnya permasalahan ini tidak perlu diadukan ke Bupati Brebes, jika surat permintaan mediasi oleh Dewan Pendidikan setempat melalui Dinas Pendidikan dengan pihak Yayasan Pendidikan AL Mustamidiyah segera direspon dengan baik. Namun, yang terjadi dari pihak Dewan Pendidikan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes tidak berhasil memediasi dengan pihak yayasan, karena itu pihaknya dengan terpaksa mengadukan persoalan ini kepada bupati agar segera ditindak lanjuti.

    Dalam pengaduan tersebut, kata Pahlevi, tidak dihadiri oleh pihak yayasan tanpa alasan apapun, sehingga pengaduan yang disampaikan hanya sebatas kronologis kejadian kepada Bupati dan Kepala Dinas Pedidikan Kabupaten Brebes. Atas permasalahan itu, Bupati Brebes katanya akan menindak lanjuti dengan turun langsung bersama Kepala Dinas ke SMK Almustamidiyah Larangan," ucap Pahlevi.

    Salah satu guru SMK Almustamidiyah yang dinonaktifkan Faizin, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penonaktifan yang dilakukan oleh pihak yayasan kepada sejumlah guru. Menurut Faizin, alasan penonaktifan diriya bersama sejumlah guru lainnya, adalah tidak berdasar dan penuh dengan nuansa ketidakadilan. Sebab, alasan penonaktifanya tidaklah konkrit disampaikan, baik secara lisan maupun tertulis. Bahkan, terkesan pihak yayasan tidak menghargai pengabdian yang selama ini dia lakukan di Yayasan Almustamidiyah Larangan selama kurang lebih 3 tahun. Saat penonaktifan, saya hanya dihubungi lewat telepon oleh staf yayasan, yang isinya saya dan ketujuh teman yang lainya sudah tidak boleh mengajar lagi di SMK Almustamidiyah Larangan, sementara surat permintaan klarifikasi, yang saya ajukan kepada pihak yayasan tidak ditanggapi," tutur Faizin. Padahal saya sendiri adalah sebagai ketua Panitia Penerimaan Siswa Baru di SMK Almustamidiyah Larangan. Artinya alasan tersebut tidak berdasar, apalagi tidak pernah ada penyampaian, baik secara tertulis maupun lisan dari pihak yayasan tentang sanksi guru apabila tidak bisa mencari peserta didik baru di SMK Almustamidiyah," terangnya.

    Guru yang dinonaktifkan lainnya, Muyasaroh, ST juga sangat kecewa sekali kepada pihak Yayasan Pendidikan Almustamidiyah Larangan yang telah menonaktifkannya bersama tujuh guru lainnya untuk tidak mengajar di SMK Almustamidiyah. "Perlu diketahui bahwa banyak guru di yayasan itu, yang juga tidak berhasil mencari peserta didik baru, tapi masih tetap bisa mengajar di SMK Almustamidiyah. Tapi, kok saya malah dikeluarkan. Yayasan Pendidiakan macam apa itu," cetusnya.

    Sementara, perwakilan GMNI Brebes Hadi Asfuri, mengaku juga sangat menyayangkan sekali ketika dunia pendidikan di Kabupaten Brebes diciderai dengan permasalahan tersebut. Apalagi kejadiannya terjadi di Yayasan Pendidikan Al Mustamidiyah Larangan, yang nota bene adalah yayasan pendidikan yang prosesnya terbentuk atas kesadaran sebagai warga negara yang peduli dalam mencerdaskan bangsa. Kalau sudah seperti ini, lalu harapanya kepada siapa lagi calon calon generasi penerus bangsa ini bisa belajar, jika cara berpikir yayasan pendidikan sudah komersil kalau tidak bisa mencari siswa langsung pecat begitu saja," ujar Hadi.

    Harusnya, lanjut Hadi, Pemkab Brebes cepat tanggap dengan persoalan ini, apalagi persoalannya sudah lama dilaporkan kepada dinas terkait namun tidak direspon secara baik.Terlebih jika setiap yayasan pendidikan di Kabupaten Brebes berprilaku seperti ini, tentunya akan merugikan buat dunia pendidikan di Kabupaten Brebes. Kalau menurut saya mending distop saja bantuan-bantuan yang masuk ke yayasan tersebut, karena secara manajemen yayasannya juga sudah tidak baik. Atau kalau memang perlu mending ditutup saja karena secara prinsip Pemkab Brebes mempunyai kewenangan untuk menutup yayasan pendidikan kalau memang hal ini sudah keterlaluan," tegas Hadi.

    No comments:

    Post a Comment

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Fashion

    Beauty

    Travel