• Breaking News

    BI SUDAH MELUNCURKAN UANG NKRI BARU

    Wednesday, November 5, 2014

    Kekerasan Terhadap Anak di Brebes Masih Tinggi.


    Singosari Fm, (Brebes) - Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih tinggi. Pada semester pertama tahun 2014 ini tercatat ada 17 kasus kekerasan terhadap anak dan diperkirakan akan bertambah jumlahnya pada semester ke kedua.

    Hal itu diungkapkan oleh Kasubid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) BKBPP Kabupaten Brebes, Eni Listiyana saat sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2014 Tentang: Penyelenggara Perlindungan Anak, yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Bumiayu, Selasa 04 November 2014.

    Menurutnya, berdasarkan data yang diperoleh BKBPP Brebes, ada 17 anak korban kekerasan pada semester pertama tahun 2014 ini. Jenis kekerasan meliputi psikis 0,11%, seksual 58%, penelantaran 0,058% dan trafiking (penjualan) 23.52%. Dari jumlah kasus kekerasan itu sebagian besar dilakukan oleh orang yang terdekat dengan korban," ujar Eni.

    Dikatakan, kasus kekerasan terjadi di dalam rumah sebanyak 60% dan 40% terjadi di tempat umum. Pelakunya 50% dari anggota keluarga dan 35% oleh pacar. Sementara tingkat pendidikan korban 33% SD, 14% SMP dan 53% SMA. Data itu belum menggambarkan kondisi sebenarnya, karena masih banyak kasus yang tidak dilaporkan," kata Eni.

    Masih tingginya tingkat kekerasan terhadap anak tersebut diharapkan dapat menggugah semua pihak untuk ikut serta melakukan pencegahan. Baik unsur pemerintah maupun masyarakat secara umum diharapkan dapat ikut serta menekan bahkan meniadakan terjadi kasus kekerasan itu di kemudian hari. Untuk mencegah terjadinya kekerasan ini dilakukan sosialiasai Perda Nomor 4 Tahun 2014 Tentang: Penyelenggara Perlindungan Anak," tutur Eni.

    Dalam upaya untuk memberikan perlindungan terhadap anak pula, diharapkan masyarakat melapor jika ada kasus kekerasana terhadap anak. Adanya laporan akan memudahkan untuk upaya perlindungan dan pencegahan lebih lanjut. Dengan adanya laporan penanganan akan mudah dan korban atau pelaku juga akan terlindungi hak-haknya," jelas Eni.

    Sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2014 Tentang: Penyelenggara Perlindungan Anak dilakukan bersama-sama dengan sosialiasasi Perda Nomor 1 Tentang: Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisonal, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Lebih dari 50 peserta terdiri dari unsur pemerintah desa dan tokoh masyarakat dan aktivis LSM se-Kecamatan Bumiayu.

    No comments:

    Post a Comment

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Fashion

    Beauty

    Travel