• Breaking News

    BI SUDAH MELUNCURKAN UANG NKRI BARU

    Wednesday, November 5, 2014

    Pelaksana Proyek Jalan Tol Dianggap Ingkar Janji.


    Singosari Fm, (Brebes) - Sosialisasi terkait dampak proyek tol Pejagan-Pemalang yang berlangsung di Kantor Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), Selasa 4 November 2014, mengundang pertanyaan warga setempat yang diundang dalam kegiatan tersebut.

    Pasalnya, dalam sosialisasi itu pihak pelaksana tol Pejagan-Pemalang dianggap warga Desa Sidamulya ingkar janji, lantaran tidak menghadiri kegiatan yang dihadiri oleh aparat Polsek Wanasari dan Kepala Desa (Kades) Sidamulya serta sejumlah aparat pemerintah Desa Sidamulya, termasuk Babinsa Koramil Wanasari.

    Awalnya, warga yang diundang dalam sosialisasi yang difasilitasi oleh pihak desa setempat, tidak mempermasalahkan mengenai informasi bahwa pihak Perwakilan PT Waskita Toll Road akan datang terlambat. Namun, acara yang semestinya dimulai pukul 13.00 wib ini, baru berlangsung pukul 14.30 wib. Akan tetapi, hingga waktu menunjukan pukul 15.00 lebih, ternyata pihak Perwakilan PT Waskita Toll Road tak juga kunjung datang.

    Disisi lain, sosialisasi yang semestinya diisi mengenai penjelasan dampak proyek tol yang saat ini tengah berlangsung, ternyata sedikiti melenceng dari agenda yang sudah dijadwalkan tersebut. Warga yang seharusnya mendapatkan penjelesan menganai dampak proyek tol dan ganti rugi yang saat ini masih terdapat belum diberikan warga, namun diisi sosialiasi mengenai keselamatan berlalu lintas. Alhasil, acara yang sebelumnya berjalan dengan baik mendapat protes dari sejumlah warga, termasuk
    aparat/pamong desa setempat.

    Seperti yang disampaikan Wawan, salah satu warga desa setempat. Wawan menyayangkan sosialiasi yang dilaksanakan oleh pihak desa dinilai tidak mengenai sasaran. Diapun menanyakan kepada pihak desa, ada berapa rumah warga yang sebenarnya terkena dampak proyek tol, kemudian rumah warga yang mengalami retak-retak akibat getaran paku bumi imbas dari proyek tol di desanya. Sama halnya yang disampaikan warga Desa Sidamulya lainnya, Torisin. Hanya saja dia berharap kepada pihak desa agar sosialisasi tepat sasaran dan tidak PHP alias Pertemuan Tidak Palsu. Dia juga berharap agar pihak desa tidak menutup-nutupi, nilai ganti rugi warga, jika sudah diberikan oleh PT Waskita Toll Road, khususnya mengenai rumah warga yang terkena proyek bebas hambatan tersebut. Permasalahan lainnya, yakni mengenai nilai ganti rugi lahan makan di desanya yang dilakukan oleh P2T. Sebab, sampai sampa saat ini pihak desa tidak menjelaskan secara rinci nilai ganti ruginya, termasuk lahan makam baru yang telah disiapkan.

    Sementara dari perwakilan aparat dsa setempat, Basuni mengaku juga sangat menyayangkan dengan pihak PT Waskita Toll Road , yang sudah berusaha untuk jemput bola, namun tidak hadir dalam kegiatan ini. Padahal ada sejumlah persoalan warga desanya akibat dampak proyek tol yang dimulai sejak September kemarin. Dia mencontohkan, sejumlah persoalan itu antara lain, mengenai dua akses jalan desa yang ditutup akibat proyek tol. Yakni akses jalan dan saluran irigasi menuju sungai pemali Desa Pulosari, Kecamatan Brebes. Sampai saat ini dua akses jalan dan saluran irigasinya tidak segera dibangun. Kalau tidak segera dibangun, maka desa kami terancam banjir, apalagi ini sudah mulai memasuki musim hujan. Jelas, warga desa kami sangat khawatir sekali. Jangan salahkan kami, jika nantinya warga desa kami berbuat yang tidak semestinya diingnkan oleh pihak tol," kata Basuni.

    Aksi protes warga dan pamong desa ini, ternyata membuat warga yang diundang kecewa. Bahkan dari sekitar 50 warga yang diundang sebagian memilih untuk ramai-ramai meninggalkan acara tersebut, meski acara masih berlangsung. " Halah kumpulan apa? Kumpulan palsu?," celetuk salah seorang warga sembari meninggalkan ruangan balai desa.

    Kapolsek Wanasari, AKP Wagito, yang ikut hadir dalam sosialiasi tersebut nampak tidak bisa berbuat banyak untuk memberikan sosialisasi mengenai dampak proyek tol. Namun demikian, pihaknya mengaku siap menampung segala aspirasi warga Desa Sidamulya, seperti jauh hari yang suda pernah disampaikan dalam forum atau pertemua semacam ini. Saya disini kapasitasnya sama, seperti Anda yang diundang kesini. Tapi, saya disini siap menampung segala asapirasi Anda semua. Insya Allah kami dari aparat kepolisian siap membantu Anda. Apalagi ini adalah proyek nasional yang kemaslahatannya untuk kepentingan orang banyak juga,tidak untu kepentngan perorangan atau kelompok tertentu saja," tuturnya.

    Kades Sidamulya Mulyanto menambahkan warga diharapkan senang dengan adanya proyek tol Pejagan-Pemalang yang melintas di desanya, mengingat dampak positifnya lebih besar dibandingkan dampak negatifnya. "Saya juga mohon agar warga tetap menjaga persatuan dan kesatuan," singkatnya.

    No comments:

    Post a Comment

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Fashion

    Beauty

    Travel