• Breaking News

    BI SUDAH MELUNCURKAN UANG NKRI BARU

    Sunday, December 21, 2014

    Jalur Distribusi Bawang Merah Harus Dikawal.


    Singosari Fm, (Brebes) - Direktur Biro Ideologi pengawasan dan pengembangan Ditjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri (Kemendag) Dr Sapto Supono MSi mengajak seluruh petani dan jajaran pemkab Brebes untuk pengawalan terhadap jalur distribusi bawang merah. Sehingga bawang Bawang Merah Brebes bisa bertahan sebagai industry komoditas utama.
    “Perlu ada langkah bersama dengan jalan menyatukan petani bawang merah,” kata Sapto saat melakukan kunjungan kerja ke Pemkab Brebes, Rabu (17/12/14).

    Sapto mengajak seluruh komponen untuk menjalin hubungan atas dasar kepentingan bersama. Sehingga dari pra penanaman, panen, hingga pasca panen bisa saling bersinerji,” terangya.
    Langkah ini perlu ditempuh agar petani menjadi lebih sejahtera. Termasuk penanggulangan terhadap beredarnya obat-obatan serangga bawang merah Brebes. Karena berdasarkan penelitian, bawang merah brebes sudah terkena virus. Dan ini perlu langkah strategis agar jangan mudah menggunakan pupuk ataupun pengolahan lahan yang tidak sehat. “Singkatnya, perlu ada revitalisasi petani bawang merah agar petani tambah sejahtera artinya petani tidak merugi,” tandasnya. 

    Senada dengan Sapto, Dr Sulistiyo dari Universitas Esa Unggul Jakarta juga mengungkapkan pentingnya kebersamaan dalam mengelola komoditas. Dua hal penting yang kini terlupakan yakni hidup bergotong dan bersatu dalam berkoperasi perlu dibangkitkan lagi. Dia yakin dengan membangkitkan kembali dua hal tersebut, problema petani bawang berupa fluktuasi harga jual tidak akan pernah terjadi. “Kalau jiwa gotong royong dan bersatu dalam koperasi maka tidak ada permainan harga oleh siapapun, karena bisa dikelola secara gotong royong dan bersama-sama,” kata Sulistiyo.

    Kunjungan kerja diterima langsung oleh Wakil Bupati Brebes Narjo. Dalam kesempatan tersebut, Narjo menceritakan kalau harga bawang merah Brebes cukup memprihatinkan. Karena ditingkat petani saat ini harganya Rp 5000 perkilogram. Petani dikatakan sukses, kalau harga ditingkat petani bisa mencapai kisaran Rp 10 sampai Rp 15 ribu. “Namun untuk mencapai harga stabil harus ada intervensi dari pusat berupa regulasi maupun kebijakan lainnya seperti bantuan lunak, bibit, pupuk, teknologi tepat guna dan lain-lainnya. “Pemkab masih sangat kesulitan kalau tidak ada uluran tangan dari pemerintah pusat,” tandas Narjo. 

    Rombongan selanjutnya menuju ke lokasi penanaman bawang merah di berbagai tempat untuk melihat kondisi langsung para petani. Tempat yang dikunjungi antara lain para petani di enam wilayah kecamatan Brebes,  Jatibarang, Larangan, Bulakamba, Kersana, Tanjung dan Losari.

    No comments:

    Post a Comment

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Fashion

    Beauty

    Travel