• Breaking News

    BI SUDAH MELUNCURKAN UANG NKRI BARU

    Thursday, December 25, 2014

    Tangani Kasus Korupsi TPAD, Polisi Periksa 20 Saksi.

    Singosari Fm, (Brebes) - Kasus dugaan korupsi Tunjangan Perangkat Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) oleh mantan Kepala Desa (Kades), Igirklanceng Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), Agus Wuryanto, hingga kini masih dalam penyidikan Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polres setempat.

    Kapolres Brebes, AKBP Ferdy Sambo SH MH melalui Kanit Tipikor, Ipda Tri Wiratma SH mengatakan, pihaknya masih terus mengumpulkan sejumlah bukti dan keterangan saksi terkait dengan kasus tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan Negara senilai Rp 500 juta. Bahkan, untuk melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP), penyidik telah memeriksa sebanyak 20 orang saksi.

    Menurutnya, kedua puluh saksi yang telah dipanggil diantaranya para Perangkat Desa Igirklanceng, pegawai kantor kecamatan wilayah setempat, pihak BKK dan Kepala Bagian Pemerintahan Desa Setda Kabupaten Brebes. Selain memanggil saksi, kami juga telah melakukan penyitaan sejumlah dokumen penting menyangkut kasus tersebut," katanya, Rabu 24 Desember 2014.

    Dia mengatakan, meski sempat kabut dan menjadi DPO selama tiga bulan, tapi tersangka cukup kooperatif selama menjalani proses pemeriksaan. Tersangka juga telah memberikan keterangan secara baik selama pemeriksaan berlangsung. Seperti diketahui, Agus Wuryanto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pada Oktober 2014 lalu. Dan setelah ditetapkan sebagai tersangka, bapak empat anak ini kemudian kabur dan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Brebes selama tiga bulan. Polisi bahkan sempat melakukan perburuan terhadap tersangka di lokasi persembunyiannya. 

    Namun pada Tanggal, 9 Desember kemarin tersangka kemudian menyerahkan diri ke Mapolres Brebes didampingi rekannya. Saat dilakukan pemeriksaan, tersangka mengaku korupsi uang TPAPD dilakukannya dengan cara memalsukan semua tanda tangan perangkat desa. Setelah berhasil mencairkan tunjangan, sebagian uang kemudian digunaknnya untuk keperluan pribadi. 

    Korupsi bahkan dilakukan sejak tahun pertama dirinya menjabat kepala desa. Dan atas sangkaan korupsi TPAPD, tersangka dijerat dengan Pasal, 2, 3 dan 8 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Tersangka dijerat pasal berlapis lantaran dianggap bersalah dan telah merugikan keuangan Negara senilai Rp500 juta.

    No comments:

    Post a Comment

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Fashion

    Beauty

    Travel