• Breaking News

    BI SUDAH MELUNCURKAN UANG NKRI BARU

    Friday, January 9, 2015

    Sengketa Tanah Bleberan, Petani Minta Bantuan.

    Singosari Fm, (Brebes) - Puluhan petani Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), mendatangi kantor Bupati Brebes, Kamis 8 Januari 2015. 

    Mereka datang didampingi LSM Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Brebes, untuk beraudensi terkait sengketa tanah dengan Perhutani di Blok Bleberan di desa setempat.

    Puluhan petani yang datang tanpa orasi ini, langsung menemui Asisten I Sekda Pemkab Brebes, Suprapto untuk berudiensi. Hadir juga perwakilan dari Perhutani dan Dinas Pengairan. Kami ingin meminta bantuan Pemkab, karena kami kini tak bisa mengolah tanaman tebu yang ditanam di lahan sengketa tersebut. Mestinya dipisahkan antara proses hukum dan pengolahan lahan. Meski saat ini masih dalam proses hukum, kami minta agar tanah tetap bisa digarap," kata salah seorang petani dalam audensinya.

    Menurutnya, sengketa tanah antara warga dan Perhutani di blok Bleberan itu kini sedang dalam proses persidangan di pengadilan. Di daerah tersebut ada sekitar 270 hektare lahan dengan pemilik sekitar 90 orang. Kalau soal proses hukum lagi disidang di pengadilan, tapi yang ini masalah pengarapan lahan," ujarnya.

    Wakil Ketua GNPK Brebes, Slamet Abdul Dofir mengatakan, warga datang karena minta untuk dimediasi bertemu dan beruadiensi dengan pihak perhutani. Hal itu terkait larangan warga untuk mengelola lahan, sementara lahan sudah ditanami tebu. Jika lahan tidak digarap, warga akan kesulitan mendapatkan sumber mata pencaharian, karena selama ini mata pencahariannya di lahan tersebut," ucapnya.

    Assisten I Sekda Pemkab Brebes, Suprapto menjelaskan, Pemkab dalam hal ini hanya memfasilitasi warga dan Perhutani yang sedang bersengketa. Terkait permasalahan yang diadukan warga, Pemkab secara prinsip kepentingan masyarakat penggarap lahan jangan ditinggalkan, tetapi harus mendapatkan prioritas untuk menggarap. Lahan itu menjadi sumber kehidupan mereka. Tapi, Pemkab tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan," tandasnya.

    No comments:

    Post a Comment

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Fashion

    Beauty

    Travel