• Breaking News

    BI SUDAH MELUNCURKAN UANG NKRI BARU

    Tuesday, September 6, 2016

    ISU HARGA ROKOK NAIK?? INI PENJELASAN BEA CUKAI TEGAL



    Tak dipungkiri memang banyak yang belum mengetahui apa itu Bea dan Cukai. Terkadang kita dibingungkan dengan fungsi dari bea dan cukai. Masih hangat pula di telinga kita tentang adanya rumor kenaikan harga rokok yang menuai pro dan kontra.

    Beralasan hal tersebut, Singosari FM Brebes bersama Kantor Bea dan Cukai Tegal Selasa, 6 September 2016 pukul 09.00-10.00 WIB, menggelar Dialog Interaktif yang juga disiarkan serentak bersama Singosari News FM Ketanggungan dan Singosari TOP FM Paguyangan.

    Hadir sebagai Narasumber Gatut S Aji selaku Ka.Subsi Pengawasan dan Penindakan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Pratama Tegal (Kantor Bea dan Cukai Tegal). Sementara itu Yan Tantowi membawa dialog tersebut selama satu jam.

    Dialog mengambil topik tentang isu naiknya harga rokok. Sebagai awalan, Gatut menjelaskan bahwa Bea Cukai adalah Instansi dibawah naungan Kementrian Keuangan. Visi Kantor Bea Cukai Tegal adalah menjadi Institusi Kepabeanan dan Cukai terkemuka di dunia, dan untuk mencapai visi tersebut, jajarannya memfasilitasi perdagangan dan industri, menjaga perbatasan dan melindungi masyarakat Indonesia dari penyelundupan dan perdagangan ilegal. Pihaknya juga mengoptimalkan penerimaan negara di sektor kepabeanan dan cukai.

    Untuk tugas bea cukai, Ka.Subsi Pengawasan dan Penindakan ini juga menyampaikan bahwa Bea Cukai memberikan fasilitas yang tepat sasaran guna meningkatkan pertumbuhan industri. Selain itu, tugas yang tak kalah penting diantaranya mengawasi masuknya batang impor dan ekspor. Hal tersebut dapat mewujudkan iklim usaha dan investasi yang kondusif.

    Ditanya tentang Kepabeanan, Gatut menerangkan bahwa Kepabeanan berdasarkan UU No. 10/1995 yang diubah dengan UU No. 17/2006, adalah semua kegiatan yang berkaitan dengan kontrol lalu lintas barang yang masuk atau meninggalkan wilayah Indonesia dan pengumpulan bea impor dan ekspor.

    Maraknya jual beli online membuat segelintir orang memanfaatkannya dengan menipu pembeli. Kebanyakan masyarakat tergiur dengan kualitas impor, setelah tertarik dan mentransfer sesusai harga, penipu biasanya menginformasikan kalau barangnya ditahan pihak be cukai dan harus menebusnya, berhubung terlanjur membayar, akhirnya pembelipun menuruti perintah penipu. Alhasil setelah transfer uang tebusan, penipu langsung hilang komunikasi. Uang melayang, barangpun tak kunjung datang. Dengan adanya kasus seperti itu, pihak bea cukai menghimbau untuk berhati-hati, apabila terjerat penipuan, masyarakat bisa mengadu ke layanan Call Center Bravo Bea cukai di nomor 1500225.

    Gatut juga menjelaskan, sebab barang terkena cukai karena konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaian dapat menimbulkan efek negatif dan perlu pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan. Sampai saat ini ada tiga barang yang termasuk kedalam barang kena cukai, diantaranya adalah Hasil Tembakau, Etil Alkohol dan Minuman Mengandung Etil Alkohol.

    Di sesi terakhir pihaknya menjelaskan ihwal harga rokok yang di isukan melambung. Narasumber kali ini menjelaskan bahwa Bea Cukai dan Badan Fiskal belum memutuskan harga kenaikan cukai rokok dan sampai saat ini masih dilakukan pembahasan karena negara harus menentukan letak optimum harga rokok yang paling ideal bagi pemerhati kesehatan, industri rokok, petani tembakau dan masyarakat.

    Selain itu, berdasarkan survey dari UGM tahun 2014, semakin tinggi harga rokok, maka masyarakat akan memilih rokok ilegal yang lebih murah tanpa cukai, hal ini dapat merugikan negara.

    Sebagai informasi, target penerimaan cukai tahun 2016 sebesar 141,7 Triliun. Ini berarti menyumbang 11% dari ABPN. Pabrik rokok sampai dengan 2007 mencapaik 4669 pabrik, dan menurun drastis sampai 2015 hanya tersisa 782 pabrik saja.

    No comments:

    Post a Comment

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Fashion

    Beauty

    Travel