• Breaking News

    BI SUDAH MELUNCURKAN UANG NKRI BARU

    Tuesday, December 6, 2016

    SOSIALISASI 16 HARI ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN




    BREBES – Pada bulan Desember, mulai dari awal bulan hingga 16 hari kedepan terdapat beberapa peringatan hari anti kekerasan. Diantaranya pada tanggal 1 Desember merupakan hari AIDS sedunia, dimana kebanyakan korbannya merupakan kaum hawa, tanggal 2 Desember Hari Internasional Penghapusan Perbudakan, tanggal 3 Desember adalah Hari Difabel Internasional.

    Untuk itu, bertepatan dengan Hari Tidak Ada Toleransi Bagi Kekerasan Terhadap Perempuan, Selasa 6 Desember 2016 Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada BKBPP dan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Tiara mengadakan Dialog Interaktif untuk memberikan pemahaman terhadap pendengar di Kabupten Brebes mengenai tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi kekerasan yang ada.

    Pada 16 hari anti kekerasan, sudah dibentuk relawan, dan membentuk desa Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat, dalam memberi pemahaman untuk penanganan pertama dalam menghadapi kasus kekerasan yang terjadi di masyarakat. Sementara itu, pada tanggal 6 Desember 2016, pemkab Brebes juga memberikan tempat bagi para penyandang cacat untuk berekspresi.

    Menyikapi tingginya angka kekerasan di Kabupaten Brebes, Pemkab Brebes melalui Bidang Perlindungan Anak dan Perempuan pada Badan Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan memfasilitasi setiap warga Brebes yang akan melaporkan adanya kekerasan terhadap anak dan perempuan secara gratis. Bahkan, bagi masyarakat yang jauh akan difasilitasi uang transport.

    Dijelaskan oleh Rini Pujiastuti selaku Kabid PPA, Setelah melapor, maka pihak PPA yang bekerjasama dengan PPT Tiara akan memberikan pendampingan, dari awal hingga penanganan kasus nya. Diantaranya pendampingan hukum dan psikologi juga disiapkan oleh PPT Tiara secara gratis.

    Ditambahkan oleh Rini, mengingat kasus kekerasan di Kabupaten Brebes semakin banya. Kesadaran untuk melapor juga semakin tinggi. Terhitung per bulan Oktober 2016, ada 86 kasus dimana 80% dialami oleh anak – anak.

    Peran serta masyarakat diharapkan bisa memberikan informasi terkait adanya tindakan kekerasan. Pihak PPT Tiara juga dengan gencar mengadakan sosialisasi ke daerah – daerah. Termasuk membentuk relawan anti kekerasan, yang diharapkan berani melaporkannya. Mendorong kegiatan bersama, dalam memberikan perlindungan terhadap korban kekerasan. Mengajak semua orang, seseuai dengan kapasitasnya dalam menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.

    Ketua PPT Tiara Aqilatul Munawaroh mengatakan, masyarakat harus meningkatkan pemahaman terhadap penghapusan kekerasan terhadap peremupuan dan anak. Sehingga masyarakat peduli akan kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar. Ia juga mengkampanyekan gerakan Three end, yakni akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan perempuan dan anak, akhiri ketidak adilan terhadap perempuan dan anak.

    No comments:

    Post a Comment

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Fashion

    Beauty

    Travel